Ini Dia Manfaat Eksperimen Dasar Sains Bagi Anak Yang Belum Banyak Diketahui

Sains merupakan pengetahuan yang didapat dari pembenaran dan pembuktian dari sebuah hal. Para ilmuan untuk menemukan sesuatu pasti akan melakukan percobaan ataupun eksperimen, terkadang beberapa eksperimen yang dilakukan terdengar aneh. Tapi begitulah ilmuan, untuk menemukan sesuatu yang baru harus berpikiran baru serta maju juga. Sains memanglah suatu displin ilmu yang menarik. Semakin didalami maka akan membuat kita semakin tertarik untuk menelitinya. Hal inilah yang membuat para Scientist di seluruh dunia untuk mendalami lebih dalam tentang sains. Kajian sains meliputi fisika, kimia, biologi, dan matematika. Ilmu yang lainnya adalah penerapan dari sains itu sendiri.

Saat dimana para ilmuan mencari suatu jawaban melalui sains itu sendiri, kadang-kadang ilmuan terjerumus untuk melakukan eksperimen sains di luar dugaan kita semua. Hal inilah yang dilakukan para ilmuan dunia atas apa yang mereka ingin ketahui lebih dan hasil penelitiannya berdampak pada manusia yang akan datang.

kreativitas anak

Tentunya sebuah penelitian akan mengundang aksi pro dan kontra karena temuan dari hasil peneliatian atau eksperime sains itu merupakan hal yang baru. Aksi dukungan karena penelitian mereka suatu saat dapat digunakan. Tapi, banyak yang tidak mendukung karena penelitian mereka kadang ada yang diluar batas dan tidak beretika.Inilah yang pernah dilakukan ilmuan dunia dalam bereksperimen tentang sains.

Eksperimen sains yang bagus mengikuti rancangan logis untuk mengisolasikan dan menguji variabel spesifik yang didefinisikan secara tepat. Dengan mempelajari prinsip fundamental di belakang rancangan eksperimen, Anda akan mampu mengaplikasikan prinsip ini pada eksperimen Anda sendiri. Tak peduli ruang lingkupnya, semua eksperimen bagus beroperasi sesuai dengan prinsip logis dan deduktif dari metode sains, dari proyek sains dasar hingga eksperimen sains yang rumit.

Eksperimen yang hasilnya menyebabkan perubahan pola pikir ilmiah sangat, sangat langka. Kebanyakan eksperimen menjawab pertanyaan kecil tertentu. Pengetahuan ilmiah dibangun dari akumulasi data banyak eksperimen. Pilih topik atau pertanyaan tak terjawab dengan ruang lingkup yang kecil dan mudah diuji.

Pengetahuan ilmiah serta modern memiliki kajian yang sangat luas. Jika Anda berniat melakukan penelitian ilmiah, teliti topik Anda secara panjang lebar sebelum Anda mulai merancang eksperimen sains Anda. Apakah ada eksperimen sebelumnya yang sudah menjawab pertanyaan yang merupakan topik pembelajaran eksperimen Anda? Jika iya, apakah ada cara untuk menyesuaikan topik Anda agar menjawab pertanyaan yang belum dijawab eksperimen yang sudah ada?

Isolasikan variabel Anda. Eksperimen sains bagus menguji parameter spesifik dan dapat diukur yang disebut variabel. Dalam istilah umum, seorang ilmuwan mengadakan eksperimen untuk kadar nilau varibel yang ia uji. Satu hal vital saat mengadakan eksperimen adalah menyesuaikan hanya variabel spesifik yang Anda uji.

 

Eksperimen Sains dasar untuk anak

Eksperimen sains atau bisa dikatakan kegiatan kreatif apapun yang bisa dilakukan oleh anak-anak, walaupun bersifat ilmiah tetapi selalu bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Kesenangan bahkan sudah dimulai pada saat anak mencoba menggabungkan bahan-bahan percobaan dan melihat bagaimana reaksi yang terjadi dan hasil dari percobaan tersebut. Belajar membuat berbagai macam percobaan ilmiah ini selain seru juga bermanfaat bagi anak. Kegiatan ini merupakan bentuk kreativitas yang teratur, dimana anak bisa menggabungkan bermacam material berbeda dan mengagumi bagaimana hasil penggabungan tadi. Melakukan percobaan dengan botol ini akan membuat anak fokus dengan apa yang mereka kerjakan dan dapat memperluas daya pikir mereka. Salah satu contoh eksperimen sains dasar untuk anak adalah ekperimen “bola ajaib”. Memanfaatkan waktu bersama dengan teman-teman untuk membuat botol-botol berwarna ini merupakan cara yang sangat baik untuk meningkatkan kreatifitas anak dalam menyelidiki sesuatu dan mendorong mereka untuk lebih menghargai bagaimana material atau barang yang berbeda dapat menghasilkan temuan yang menarik bila digabungkan. Semua bahan dalam percobaan ilmiah sederhana ini adalah barang-barang bekas yang bisa Anda dapatkan di rumah. Sains dalam bentuk yang dasar atau pun eksperimen yang bisa mengubah dunia merupakan kegiatan yang menyenangkan dan banyak manfaatnya bagi siapa saja yang berniat mengaplikasinya dengan benar dan gigih.

Tingkatkan Motivasi Belajar Anak Sejak Dini

Setiap orang pasti belajar. Belajar tidak pernah melihat usia dan waktu. Yaa itu terjadi jika belajar itu dalam hal mempelajari kehidupan dan makna untuk hidup yang sebenarnya. Tapi kali ini bahasan belajar kita adalah belajar formal yang memang dilalui dari sejak masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa. Pernahkah mengalami kejenuhan? Pernahkah merasa bosan ketika belajar? Hal seperti itu wajar terjadi. Segala sesuatu yang namanya proses pasti terdapat hambatan dan cobaan, terutama melawan kejenuhan dan kebosanan.

Hal tersebut juga bisa dialami oleh anak-anak, bahkan intensitas dan cara menunjukkan kebosanannya pun akan sangat unik. Yaa memang karakteristik anak akan sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Dalam mengendalikan kebosanannya pun akan berbeda, sama halnya dengan menenangkannya ketika dia merasa bosan.

motivasi belajar

Adanya kejenuhan dan kebosanan bisa disebabkan karena motivasi dalam belajar anak turun. Ibu-ibu, bapak-bapak, apakah tahu apa itu motivasi?

Dalam teori McCeland secara garis besar mengemukakan bahwa motivasi adalah dorongan yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Motivasi terdiri dari motivasi internal dan motivasi eksternal.

Sebagai orang tua, kita harus mengetahui tanda-tanda saat motivasi anak turun. Biasanya yang paling sering ditunjukkan adalah bosan. Misalnya saja, yang biasanya dia belajar tidak ingin didampingi, tiba-tiba dia ingin didampingi dan terlihat tidak semangat. Itu tandanya, anak mulai merasa kejenuhan dan butuh dorongan agar ia bisa kembali semangat dalam belajar mandiri.

Dari contoh kasus diatas bisa kita simpulkan bahwa dorongan semangat dari orang tua adalah salah satu contoh motivasi eksternal. Motivasi eksternal ini sangat dibutuhkan oleh seseorang termasuk pada anak. Dengan motivasi eksternal anak bisa membuka pikirannya dan memperoleh strategi baru ketika belajar. Orang tua juga bisa menggunakan strategi menceritakan kesuksesan tokoh atau seseorang yang dekat dengan dia, sehingga bisa dijadikan role model agar dia bisa kembali bersemangat untuk belajar.

Tapi, motivasi eksternal tidak akan berhasil jika motivasi internal pada diri seseorang kurang mendukung. Inilah hal terpenting yang harusnya lebih ditingkatkan. Keuntungan dari motivasi internal adalah tidak bergantung pada orang lain. Jadi dia tidak menjadikan siapapun role modelnya dan terus mengasah potensi-potensi yang ada di dalam dirinya sendiri.

Setiap anak harus mulai memahami sumber motivasi internalnya. Hal ini bertujuan jika dia sedang mengalami kejenuhan dan kebosanan dia dapat mengatasinya sendiri. Dia punya strategi dalam mengatasinya. Anak tidak akan khawatir walaupun tanpa role model. Beda dengan motivasi eksternal. Memang harus dipupuk juga sejak dini, tapi jangan sampai motivasi eksternal ini menimbulkan ketergantungan pada orang lain.

Dalam belajar pastikan orang tua menjadi partner dan dijadikan role model bagi anak. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, orang tua harus memiliki strategi yang tidak pernah ditemukan oleh anak dimanapun. Hal terkecil yang memiliki dampak besar adalah berikan anak pelukan tiap kali dia merasa jenuh dan bosan dalam belajar (akan lebih baik jika bukan hanya sekedar dalam belajar). Ini bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar pada anak. Pelukan yang diberikan oleh orang tua pada anaknya dengan dasar rasa kasih sayang dan kehangatan akan meningkatkan motivasi belajar disertai kepercayaan dirinya. Anak akan merasa selalu diperhatikan. Jangan pernah membiarkan anak merasa sendiri dan terabaikan. Dampaknya yang fatal dapat menyerang sisi psikologisnya. Jika sisi psikologisnya sudah terserang nilai-nilai negatif, bukan hanya motivasi belajarnya saja yang akan turun, tetapi nilai-nilai yang lain seperti disiplin, percaya diri, dan lain sebagainya.

Jadilah orang tua yang menjadi sumber motivasi bagi anak.

Menjadi Orangtua Kreatif

Susah senangnya menjadi orang tua pastilah beribu cerita. Jika ditulis sebagai karya tulis pun tidak akan ada habisnya, dibuatkan dalam bentuk film tidak akan cukup durasinya. Yahh itulah hidup sebagai orang tua. Dalam mengasuh dan menjadi pelayan anak tidak akan ada habisnya cara terutama agar anak menjadi bahagia.

Orang tua masa kini dituntut untuk memiliki kreatifitas agar membuat anak semakin betah di rumah dan meningkatkan kualitas hubungan antara orang tua dan anak khususnya dalam komunikasi.

kreativitas anak

Salah satu bentuk kreatifitas yang bisa dilakukan oleh orang tua di rumah adalah dengan membuat mainan untuk anak. Pada saat proses pembuatannya pun, anak bisa dilibatkan sehingga dalam prosesnya orang tua dan anak bisa melihat pula kreatifitas anaknya seperti apa. Selain kreatifitas, inovasi pun diperlukan ketika pembuatan mainaannya. Contohnya adalah dengan membuat robot dari barang bekas seperti kardus.

Pemanfaatan kardus yang tidak terpakai sebagai mainan anak adalah salah satu ide kreatif yang bisa dikembangkan oleh para orang tua. Libatkan anak dalam proses pembuatannya dan biarkan dia berkreasi dengan bentuk dan warna sesuai dengan keinginanannya.

Membuat robot mainan bisa menjadi salah satu model kreatifitas dalam perkembangan pola berpikirnya. Kreatifitas bagi anak memiliki fungsi kognitif yang signifikan, antara lain untuk melatih anak dalam proses pemecahan masalah. Selain itu, kreatifitas juga melatih anak untuk berpikir out of the box sehingga menciptakan sesuatu yang inovatif bahkan bisa bernilai ekonomis.

Anak yang terbiasa dalam hal kreatifitas dan berpikir kreatif akan terbiasa dalam hal pengambilan keputusan. Tak hanya itu, jika dibiasakan sejak dini, kreatifitas ini akan berdampak positif pada anak. Semakin anak dilatih untuk menjadi kreatif maka semakin terbuka pula pemikiran dan wawasannya.

Untuk orang tua pun demikian. Dampak dari kreatifitas akan terasa pula pada orangtua. Semakin orang tua banyak berkreasi, semakin tertantang pula anak untuk mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuan dan bakatnya.

Proses Ideal Tumbuh Kembang Anak pada Usia 0-3 Tahun

Anak adalah anugerah bagi orang tua. Mulai dari proses kehamilan, lahir sampai tumbuh dewasa, orang tua tidak akan pernah lepas untuk mengikuti tumbuh kembang buah hatinya. Hal ini sudah menjadi naluri bagi mereka, khususnya seorang ibu, untuk mencari tahu dan memantau proses tumbuh kembang sesuai dengan usianya.

Ada yang perlu Anda ketahui bahwa pertumbuhan dan perkembangan itu berbeda. Menurut parentingclub pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif atau dapat diukur. Pertumbuhan biasanya berkaitan degan ukuran dan struktur biologis pada tubuh anak, seperti tinggi badan, berat badan, lingkar kepala dan ukuran lainnya sesuai dengan standarisasi pada usianya. Sedangkan perkembangan adalah perubahan kuantitatif dan kualitatif yang berkaitan dengan bertambahnya kemampuan atau skill struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Perkembangan terjadi dalam pola yang teratur seiring dengan proses pematangan atau maturitas anak, seperti kemampuan merangkak, duduk, bediri, dan sebagainya. Namun, meskipun berbeda, keduanya selalu berkaitan dan sulit dipisahkan.

tumbuh kembang anak

Pada dasarnya dalam proses tumbuh kembang anak dapat dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Biasanya faktor internal dipengaruhi dari genetik, jenis kelamin, usia, dan kromosom. Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi keaadan lingkungan sosial, ekonomi, nutrisi, dan simulasi psikologis. Karena itu, orang tua sangat perlu mengikuti proses tumbuh kembang anak mulai dari fase awal.

Fase awal dapat dikatakan sebuah periode emas bagi tumbuh kembang anak yang berlangsung pada rentang usia 0 – 5 tahun. Dalam prosesnya, orang tua harus cermat menilai apakah tahapannya sudah sesuai supaya mendapatkan hasil yang maksimal dan dapat mencegah kelainan pada anak sejak usia dini. Bagi Anda yang berperan sebagai orang tua baru, mari bersama-sama mempelajari 3 tahapan tumbuh kembang anak untuk usia batita dengan rentang usia 0 – 3 tahun.

Pertumbuhan fisik. Setiap orang tua ingin melihat si kecil bukan hanya sehat, melainkan juga ingin melihat anaknya tumbuh sempurna secara fisik sesuai pada perhitungan seusianya. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, pertumbuhan berhubungan dengan ukuran dan struktur biologis. Dimana dalam proses tumbuh kembang anak ada perhitungan untuk bisa mendapatkan angka ideal dalam ukuran tubuh anak Anda, seperti berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan sebagainya.

Untuk pertumbuhan fisik yang sejak awal terlihat jelas adalah pertumbuhan gigi. Jika dilihat secara umum menginjak usia 2 tahun, si kecil biasanya sudah mencakup tumbuh 16 gigi pertama.  Adapun untuk memperkirakan berat badan dan tinggi badan ideal, Anda dapat menggunakan rumus dari  Richard E. Behrman, yaitu

Lahir                     : 3,25  kg

3-12 bulan          : umur (bulan) + 9) : 2

1-6 tahun            : umur (tahun) x 2 + 8

Sementara, perkiraan tinggi badan si Kecil, adalah:

1 tahun: 1,5 x tinggi badan saat lahir

4 tahun: 2 x tinggi badan saat lahir

6 tahun: 1,5 x tinggi badan saat umur 1 tahun

Dengan demikian, pada masa pertumbuhan anak melihat anak gemuk bukan berati membuat mereka terlihat lucu. Sebagai orang tua perlu memperhitungkan pertumbuhan fisiknya supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak diingin kedepannya. Sedangkan untuk tinggi badan biasanya akan sangat berpengaruh dengan faktor genetik dari kedua orang tuanya. Untuk hal ini Anda hanya bisa menghitung dan memperkirakan apakah hitungannya sudah sesuai atau belum.

Perkembangan motorik. Perkembangan motorik terbagi menjadi dua, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar mencakup kemampuan si kecil dalam melakukan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi kematangan usia, berat badan dan perkembangan anak secara fisik. Contoh perkembangan motorik kasar, seperti kemampuan si kecil berguling, telungkup, duduk, merangkak, berjalan, dan menaiki tangga. Untuk kegiatan fisik anak usia 3 tahun biasanya perkembangan motorik kasar bisa dinilai dari keahlian si kecil mengendarai sepeda roda tiga.

Sedangkan motorik halus mencakup kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata sampai tangan. Untuk memaksimalkan saraf motorik halus, Anda dapat melatihnya melalui kegiatan dan rangsangan yang dilakukan secara berkelajutan dan rutin. Adapun kemampuan yang dapat dinilai, seperti kemampuan si kecil menggenggam benda, mencorat-coret, menggunting, menyusun balok, memasukkan benda ke dalam botol, dan sebagainya.

Dalam tahapan tumbuh kembang anak yang baik dan sehat akan berlangsung sesuai dengan tahapan usianya. Misalnya pada usia 4-6 bulan sikecil sudah mulai peka dengan yang ada di sekelilingnya. Jika ada benda yang bergerak di depan matanya maka matanya akan mengikuti pergerakan ke kiri dan ke kanan atau jika diperdengarkan bunyi-bunyian, maka dia akan mencoba mendengarkan. Contoh perkembangan motorik lainnya pada usia 12-18 bulan si kecil sudah bisa berdiri sendiri atau bahkan sudah bisa jalan.

Perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif berkaitan dengan pengetahuan anak terhadap lingkungannya. Sejak usia 0-3 tahun, anak sudah memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi yang ia tangkap denga melihat, mendengar, dan melului indera lainnya. Secara sistematis anak batita sudah dapat merespon berbagai informasi.

Beberapa ciri perkembangan kognitif, diantarnya:

        Untuk anak usia 0-12 bulan biasanya anak sudah merasakan lapar, serba ingin tahu yang ada disekelilingnya dan mengekplorasi benda dengan beragam cara, seperti memasukkan benda ke dalam mulut.

         Untuk anak usia 12-24 bulan anak sudah mengalami peningkatan dalam tumbuh kembang anak. Si kecil sudah mulai merespon instruksi sederhana, dapat menemukan objek yang disembunyikan, dan belajar makan dan minum sendiri.

         Untuk anak usia 24-36 bulan anak sudah mampu menyampaikan sesuatu dalam bentuk kalimat, sudah bisa menyebut namannya sendiri, dan menyebut dengan benar nama dua benda atau lebih.

Berikut Tips Terbaik Belajar Cepat Materi Conversation

Hallo readers, kamu kesulitan mempraktekkan Bahasa Inggris? Belajar Bahasa Inggris adalah perkara gampang-gampang susah. Kamu bisa dengan cepat belajar Bahasa Inggris jika kamu tekun dan terus berlatih. Namun, saat kamu masih merasa kesulitan dalam bercakap-cakap menggunakan Bahasa Inggris, kemungkinan besar cara belajarmu salah dan tidak efektif. Kamu sebaiknya mengubah cara belajarmu ya! Kami mempunyai beberapa tips untuk mempermudah peningkatan cara berbahasa Inggrismu, terutama dalam bidang conversation (percakapan).

Pada dasarnya belajar bahasa Inggris dengan metode paling awal adalah percakapan. Semakin sering kamu melatih percakapan bahasa inggrismu akan semakin cepat pelajaran menempel di otakmu. Sebelum kamu memulai percapakan beberapa hal berikut wajib kamu kuasai terlebih dahulu.

belajar bahasa inggris

Kuasasi Grammar (Tata Bahasa) 

Bagaimana bisa kamu memulai percakapan jika kamu tidak memahami grammar? Sebagian orang memang menyampingkan persoalan grammar dalam memulai percakapan. Namun, hal ini sebaiknya kamu kuasai terlebih dahulu, karena jika grammar yang kamu gunakan keliru terdengar aneh untuk diucapkan.  Bagi kamu yang baru pertama kali belajar bahasa Inggris, mungkin akan bertanya-tanya dan bingung akan memulai belajar dari mana. Pertanyaan seputar, sering kali dilontarkan oleh pembelajar bahasa inggris pemula. Dalam mempelajari bahasa asing bahasa apapun termasuk bahasa Inggris adalah sangat penting untuk mempelajari tata bahasa atau yang biasa dikenal dengan grammar.

Percakapan ala British biasanya memang sering menyampingkan persoalan grammar. Sebab mereka mengesahkan kondisi percakapan tersebut asal sama-sama mengerti saja. Tetap saja kamu sebagai pembelajar yang baik seharusnya memerhatikan grammar terlebih dulu ya!

Tenses bahasa inggris terbagi menjadi 16 bagian. Untuk memudahkanmu dalam mengingatnya kamu hanya cukup kuasai 4 bagian utama Tenses. 4 bagian tersebut adalah: Present Tense (Formula: S+Predicate [Verb1/ Tobe]), Past Tense (Formula: S+Verb2/Tobe), Future Tense (S+Will+V1/Tobe), dan Perfect Tense (S+have/has+V3/Tobe). Dengan menguasai 4 kunci utama Tenses tersebut kamu akan dengan mudah menguasai tenses yang lain. Berdasarkan pengalaman, beberapa pelajar memang mengeluhkan persoalan tenses untuk diinggat. Formulanya yang hampir-hampir mirip membuat pembelajar kesulitan untuk menemukan kunci utama untuk membedakannya. Setelah mengelompokkan ke empat bagian tenses tersebut, kamu akan dengan mudah mengingatnya. Sehingga kamu akan dengan lancar percaya diri untuk memulai percakapan bahasa Inggris.

Menghapal Vocabullary (Kosa Kata)
Setelah kamu menguasai 4 tenses utama, kamu sebaiknya menghapal kosa kata bahasa Inggris demi memudahkanmu untuk berani memulai percakapan. Kosa kata merupakan suatu kunci utama yang harus kamu perhatikan untuk memulai percakapan. Jika kamu tidak memiliki tabungan kosa kata, kamu akan kikuk dalam memulai percakapan. Dengan menghapal banyak kosa kata kamu akan lebih mudah untuk mengerti maksud yang disampaikan oleh lawan bicaramu. Sehingga percakapan pun akan semakin enjaoy dan nyaman. Kedua lawan bicara akan saling mengerti maksud yang disampaikan.

lalu bagaimana caranya untuk mudah menghapal kosa kata?

Kamu sebaiknya menggunakan note kecil yang selalu kamu bawa kemana pun kamu pergi. Membacanya berulang-ulang dengan pelafalan yang langsung di ucapkan. Pelajari minimal 3 hingga 6 kata perhari. Bacalah terus berulang-ulang di hari berikutnya agar kosa kata di hari yang lalu tidak terlupakan. Kamu bisa mempraktekkan menghapal kosa kata dengan metode menulis di note/catatan kecil ini ketika kamu menonton acara ataupun film berbahasa Inggris di rumah.

Latihan Soal

Setelah menguasai grammar dan kosa kata, kamu selanjutnya melanjutkan teknik belajar bahasa Inggrismu dengan latihan soal bahasa Inggris. Di sini lah metode langkah pertama dan kedua teruji readers!

Jika kamu masih menjawab soal bahasa Inggris dengan tidk tepat, artinya metode  langkah pertama dan keduamu masih kurang maksimal. Biasanya kamu akan kesulitan dalam menjawab persoalan yang membahas tenses dan kosa kata. Hal ini teruji jika jawabanmu adalah salah. Nah, jika hal ini terjadi pada dirimu, kamu harus giat lagi mengulang soal-soal yang salah. Kamu pelajari apa kata kunci yang tidak bisa kamu jawab. Tenses apa yang sering kamu lupa. Lalu kosa kata apa yang sulit untuk diingat. Kamu perlu mencatat semua soal yang kamu jawab salah. Selanjutnya perbaiki di buku catatan kecilmu. Dijamin deh, kamu akan menjawab soal dengan benar kemudian. Jangan ragu dan takut lagi deh. Kamu harus menerapkan trik ini dirumah ya.

Jangan Malu
Well, jika kamu sudah melewati metode langkah pertama, kedua, dan ketiga, tidak akan ada gunanya jika kamu mengalami perasaan malu. Ya, sebuah percakapan (conversation) tidak akan dimulai jika kamu merasa malu. Ketiga metode di atas akan teruji di sini readers! Jika kamu merasa gugup lebih baik kamu memulai percakapan sendiri atau self conversation. Maksudnya self conversation adalah kamu wajib menerapkan percakapan sendiri/ monolog. Nah, kamu tak perlu khawatir kalau akan dibilang crazy people! Kamu bisa menerapkan metode ini di kamar saat di depan kaca. Kamu bisa menggunakan berbagai macam cara. Misalnya berbicara dengan bahasa inggris dengan bonekamu sebelum tidur. Ajak bicara seperti kamu berbicara dengan temanmu di kelas. Keesokan harinya, percakapan tersebut akan terngiang-ngiang di kepalamu. Rasa malu akan seketika hilang. Kamu akan dengan percaya diri tinggi untuk memulai percakapan lebih dulu.

Nah, tunggu apa lagi readers! Terapkan keempat metode ini sebelum memulai percakapan ya! Semoga berhasil!