Tag: motivasi belajar

Tingkatkan Motivasi Belajar Anak Sejak Dini

Setiap orang pasti belajar. Belajar tidak pernah melihat usia dan waktu. Yaa itu terjadi jika belajar itu dalam hal mempelajari kehidupan dan makna untuk hidup yang sebenarnya. Tapi kali ini bahasan belajar kita adalah belajar formal yang memang dilalui dari sejak masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa. Pernahkah mengalami kejenuhan? Pernahkah merasa bosan ketika belajar? Hal seperti itu wajar terjadi. Segala sesuatu yang namanya proses pasti terdapat hambatan dan cobaan, terutama melawan kejenuhan dan kebosanan.

Hal tersebut juga bisa dialami oleh anak-anak, bahkan intensitas dan cara menunjukkan kebosanannya pun akan sangat unik. Yaa memang karakteristik anak akan sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Dalam mengendalikan kebosanannya pun akan berbeda, sama halnya dengan menenangkannya ketika dia merasa bosan.

motivasi belajar

Adanya kejenuhan dan kebosanan bisa disebabkan karena motivasi dalam belajar anak turun. Ibu-ibu, bapak-bapak, apakah tahu apa itu motivasi?

Dalam teori McCeland secara garis besar mengemukakan bahwa motivasi adalah dorongan yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Motivasi terdiri dari motivasi internal dan motivasi eksternal.

Sebagai orang tua, kita harus mengetahui tanda-tanda saat motivasi anak turun. Biasanya yang paling sering ditunjukkan adalah bosan. Misalnya saja, yang biasanya dia belajar tidak ingin didampingi, tiba-tiba dia ingin didampingi dan terlihat tidak semangat. Itu tandanya, anak mulai merasa kejenuhan dan butuh dorongan agar ia bisa kembali semangat dalam belajar mandiri.

Dari contoh kasus diatas bisa kita simpulkan bahwa dorongan semangat dari orang tua adalah salah satu contoh motivasi eksternal. Motivasi eksternal ini sangat dibutuhkan oleh seseorang termasuk pada anak. Dengan motivasi eksternal anak bisa membuka pikirannya dan memperoleh strategi baru ketika belajar. Orang tua juga bisa menggunakan strategi menceritakan kesuksesan tokoh atau seseorang yang dekat dengan dia, sehingga bisa dijadikan role model agar dia bisa kembali bersemangat untuk belajar.

Tapi, motivasi eksternal tidak akan berhasil jika motivasi internal pada diri seseorang kurang mendukung. Inilah hal terpenting yang harusnya lebih ditingkatkan. Keuntungan dari motivasi internal adalah tidak bergantung pada orang lain. Jadi dia tidak menjadikan siapapun role modelnya dan terus mengasah potensi-potensi yang ada di dalam dirinya sendiri.

Setiap anak harus mulai memahami sumber motivasi internalnya. Hal ini bertujuan jika dia sedang mengalami kejenuhan dan kebosanan dia dapat mengatasinya sendiri. Dia punya strategi dalam mengatasinya. Anak tidak akan khawatir walaupun tanpa role model. Beda dengan motivasi eksternal. Memang harus dipupuk juga sejak dini, tapi jangan sampai motivasi eksternal ini menimbulkan ketergantungan pada orang lain.

Dalam belajar pastikan orang tua menjadi partner dan dijadikan role model bagi anak. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, orang tua harus memiliki strategi yang tidak pernah ditemukan oleh anak dimanapun. Hal terkecil yang memiliki dampak besar adalah berikan anak pelukan tiap kali dia merasa jenuh dan bosan dalam belajar (akan lebih baik jika bukan hanya sekedar dalam belajar). Ini bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar pada anak. Pelukan yang diberikan oleh orang tua pada anaknya dengan dasar rasa kasih sayang dan kehangatan akan meningkatkan motivasi belajar disertai kepercayaan dirinya. Anak akan merasa selalu diperhatikan. Jangan pernah membiarkan anak merasa sendiri dan terabaikan. Dampaknya yang fatal dapat menyerang sisi psikologisnya. Jika sisi psikologisnya sudah terserang nilai-nilai negatif, bukan hanya motivasi belajarnya saja yang akan turun, tetapi nilai-nilai yang lain seperti disiplin, percaya diri, dan lain sebagainya.

Jadilah orang tua yang menjadi sumber motivasi bagi anak.